Ya Ampun! Ke Mana DJP, Shortfall Kok Bisa Sampai Rp 200 T?

Shortfall adalah kondisi di mana realisasi penerimaan negara lebih rendah dibandingkan dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lagi, lagi dan lagi. Penerimaan pajak terjadi kekurangan atau shortfall. Pemerintah selalu saja mengulang kejadian seperti ini. Awalnya, Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani menyebutkan sampai Semester I-2019 saja shortfall sudah mencapai Rp 140 triliun.

Implikasinya, menurut Askolani, jika lebih dari koridor maka sudah pasti akan terjadi pelebaran defisit APBN. Hal ini sejalan dengan pernyataan Dirjen Pajak Robert Pakpahan pekan lalu bahwa akan terjadi shortfall (kekurangan) penerimaan pajak 2019.

Hal ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi global yang cenderung melambat. Karena itu, dia ingin mendorong investasi swasta lebih gencar dalam membangun infrastruktur. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengungkapkan bahwa penerimaan pajak hingga September 2019 belum jelas.

Menurutnya penerimaan pasti bergantung dengan kondisi ekonomi. Jika kondisi ekonomi buruk maka tidak bisa dipaksakan. Robert juga mengakui akan ada kekurangan penerimaan pajak hingga 2019 atau shortfall. Namun ia belum berani memproyeksikan.

Source : cnbcindonesia.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *