Menteri keuangan Indonesia pertahankan rencana menaikkan harga rokok

Menteri keuangan Indonesia pada Senin (16/9) mempertahankan rencana untuk menaikkan harga rokok lebih dari sepertiga mulai tahun depan untuk mengurangi tingkat merokok, setelah sejumlah pihak di industri tembakau mengatakan bahwa rencana itu akan mendorong manufaktur ilegal dan mengancam lapangan pekerjaan.

Ketika menyoroti fakta bahwa pajak cukai untuk tahun 2019 tetap datar, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah telah mencoba untuk menemukan “keseimbangan” antara meningkatnya jumlah “perokok muda, terutama perokok muda perempuan” dan popularitas rokok di kalangan masyarakat termiskin di Indonesia, dengan kemungkinan dampaknya terhadap mata pencaharian petani tembakau. Indonesia adalah pasar tembakau terbesar kedua di dunia, setelah China.

HM Sampoerna yang dikendalikan Philip Morris, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, mengatakan mereka tidak menerima peringatan atas kenaikan tersebut. 

Gudang Garam dan Djarum (tidak tercatat di bursa saham), dua perusahaan tembakau terbesar di Indonesia, tidak menanggapi permintaan komentar.

Baik Gudang Garam dan HM Sampoerna melihat saham mereka anjlok lebih dari 20 persen pada Senin, dengan para analis memperingatkan kenaikan itu dapat mengganggu pendapatan raksasa tembakau Indonesia tahun 2020.

Indrawati mengatakan kepada wartawan bahwa kenaikan cukai hanya akan menghasilkan peningkatan 10 persen pada industri rokok linting domestik yang padat karya.

Indonesia bertujuan untuk mengumpulkan 172 triliun rupiah (12,32 miliar dolar AS) pendapatan dari cukai tembakau pada tahun 2020, menurut proposal pemerintah untuk anggaran negara tahun depan yang sedang menunggu persetujuan parlemen.

Source : https://id.berita.yahoo.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *